kisahkisah islami

Kisah Seorang Pengangguran Yang Terus Berdoa

Di masa Nabi Daud as, hiduplah seorang pengangguran. Dia selalu mengulang-ngulang doa, “Ya Allah, anugerahkanlah padaku rezeki yang halal dan luas.”

Orang lain menghina dan menertawakannya. Mereka menganggap pengangguran ini dungu, karena memohon rezeki dari Allah dan tidak mau bersusah-payah.

Padahal semua orang bekerja keras, mambanting tulang, memeras keringat dalam mencari nafkah. Bahkan Nabi Daud as pun bekerja keras hanya untuk mendapatkan sepotong roti. Orang-orang selalu mencaci maki dirinya.

Related Articles

Hingga suatu hari, pengangguran itu kelaparan dan kehausan. Namun, dia hanya duduk di rumah dan sibuk berdoa. Tiba-tiba pintu rumahnya terbuka dan seekor sapi masuk ke dalam rumahnya.

Laki-laki itu berkata, “Inilah rezeki yang halal yang ku mohon dari Allah” kemudian dia pun bangkit, kemudian menjatuhkan sapi itu di atas tanah, dan menyembelihnya. Dia bakar sekerat daging dan memakannya.

Ketika pemilik sapi tahu, ia pun segera berlari menuju rumah pengangguran itu. Dia melihat sapinya sudah disembelih. Dia pun bertanya, “Mengapa kau bunuh sapiku?”

Lelaki itu berkata, “Selama beberapa waktu, saya meminta rezeki kepada Allah tanpa perlu bersusah payah. Hari ini dia mengirimkannya untukku. Allah mengabulkan pemohonanku”

Pemilik sapi itu pun memukul kepala lelaki itu beberapa kali. Kemudian dia menyeret dan membawanya ke hadapan Nabi Daud as dan bertanya, “ Wahai Nabi Allah, tanyai lelaki ini kenapa ia membunuh sapiku?”

Nabi Daud as pun bertanya,  “Kenapa kau membunuh sapinya?” Lelaki miskin itu menjawab,

“Wahai nabi Allah, tanyailah semua orang; mereka tahu bahwa saya, selama beberapa waktu, telah memohon kepada Allah rezeki yang halal, hingga akhirnya pada hari ini Dia memberikannya untukku.”

Lelaki itu menambahkan, “Wahai Nabi Allah,apakah janji Allah itu bohong? Bukankah Allah swt berfirman: Berdoalah kalian, niscaya aku mengabulkannya?”

Nabi Daud berkata kepada sang pemilik sapi, “Sekarang pergilah dan kembali esok pagi!”

Malam harinya, nabi Daud as bermunajat kepada Allah dan memohon petunjuk atas persoalan itu. Allah swt pun menjelaskan kepada Nabi Daud as tentang hukum batin persoalan.

Esok harinya, pemilik sapi dan lelaki miskin itu dibawah ke pengadilan. Pemilik sapi itu berteriak, “Cepat kembalikan sapiku, hai lelaki pengangguran!” Nabi Daud as hadir di pengadilan untuk memberikan putusan.

Beliau berkata kepada pemilik sapi itu, “ Kamu adalah lelaki yang kaya dan lelaki ini orang miskin. Berikan sapi itu padanya dan relakanlah untuknya.”

Pemilik sapi berkata, “Wahai Nabi Allah, saya tetap akan menuntut sampai lelaki itu membayar ganti rugi. Orang-orang mengharapkan harta yang kumiliki. Jika setiap orang mengambil sebagian hartaku, aku akan menjadi miskin dan meminta-minta”

Nabi Daud as berkata, “Pergi dan serahkan seluruh hartamu kepada lelaki miskin ini! Dan bersyukurlah kepada Allah tidak menghukummu sampai detik ini. Jika kamu tidak memberikan hartamu, maka keadaanmu akan menjadi lebih buruk.”

Mendengar perkataan itu, pemilik sapi berteriak histeris dan berkata, “Hukum apa yang telah diputuskan Nabi Daud as ini? Syariat apa ini? Mengapa Anda berbuat zalim kepadaku?”

Nabi Daud as berkata, “Inilah hukum Allah. Seluruh harta milikmu berasal dari lelaki miskin ini. Demikian pula dengan semua budakmu; ialah miliknya juga.”

Pemilik sapi itu memukul-mukul kepalanya sendiri dan berlari kesana-kemari. Dia mengeluhkan keputusan Nabi Daud as. Orang lain juga mengecam keputusan Nabi Daud as. Di mata mereka, Nabi Daud as tidak pernah berbuat zalim seperti yang terjadi pada hari itu.

Nabi Daud as pun berkata pada orang-orang, “Sebelumnya, orang yang menuntut ini adalah budak dari ayah lelaki miskin itu. Suatu ketika, mereka pulang dari berpergian dan sampai di bawah pohon.

Lelaki jahat ini (pemilik sapi) membunuh sang majikan dan merampas seluruh hartanya. Kemudian dia menyembunyikan pedang pendek yang digunakan untuk membunuh di bawah pohon itu.”

Orang-orang pun ingin membuktikan perkataan Nabi Daud as. Mereka pergi ke pohon itu dan menggali tanah di bawahnya.

Akhirnya mereka menemukan pedang pendek yang digunakan untuk membunuh.

Orang-orang kemudian memberikan pedang pendek itu kepada si lelaki miskin itu dan berkata, “Bunuhlah pembunuh ayahmu!” lelaki miskin itu pun membunuh si pembunuh ayahnya dan mengambil kembali harta miliknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button