artikel

Ramalan Kenabian Muhammad saw, dalam kitab Injil

Berita akan datangnya Nabi Muhammad saw jauh sebelum kelahiran penghulu Nabi dan Rasul-Nya ini banyak disebutkan dalam kitab injil. Dalam injil disebutkan Muhammad sebagai guru agung dunia, terkadang disebut juga sebagai Periqlitos.

Hal ini berkaitan erat dengan risalah Isa Putra Maryam yang disampaikan kepada kaumnya berisi berita gembira akan hadirnya seorang Nabi bernama Muhammad saw. Akan tetapi, orang-orang Yahudi berusaha dengan segala cara untuk menghentikan dakwah Isa as serta berusaha membunuh Nabi Allah ini.

Anak keturunan Israil juga berusaha membumi hanguskan semua ajaran Isa as. Mereka mereduksi wahyu-wahyu Allah yang diturunkan kepada Isa as. Mereka membunuh Nabi Yahya as dan para Nabi yang meneruskan dakwa Nabi Isa as.

Meski semua cara ditempu oleh kaum Yahudi untuk menyembunyikan berita gembira kehadiran Muhammad saw, namun risalah tentang kehadiran Muhammad tetap dapat ditemukan dalam kitab injil.

Sejatinya, risalah Allah yang dibawa Isa as adalah petunjuk ketuhanan untuk mengembalikan Bani Israil dari jalur sesat dan kembali kepada Allah swt. Isa as juga menjelaskan kepada anak keturunan Israil bahwa kerajaan Allah yang mereka klaim menjadi hak diri mereka dan usaha mereka untuk membumihanguskan klan keluarga Daud as dari muka bumi adalah salah besar.

Ramalan Kenabian Muhammad saw, dalam kitab Injil

kitab injil

Kerajaan Allah di muka bumi tidak akan dikuasakan kepada mereka (Bani Israil), tetapi akan dikuasakan kepada salah satu anak keturunan Ismail as yang bernama Ahmad. Inilah nama Nabi yang disebutkan Nabi Isa as yang tertulis dalam kitab Injil. Ahmad dalam Injil berbahasa Yunani Kuno disebut dengan Periqliytos.

Penyebutan Periqlitos dalam kitab injil selaras dengan firman Allah,

“Dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, Yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.”(QS Ash Shaff, 61:6)

Tanda-tanda kenabian Muhammad saw disebutkan dalam kitab Injil dalam banyak ayat, di antaranya termaktub dalam kitab injil Yahana/Yohannes/ Yahya sebagai berikut,

“Periqlytos tidak akan datang kepada kalian sebelum aku pergi. Apabila dia datang, dia akan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada di alam ini. Dia tidak bicara dari diri pribadinya sendiri, tetapi dia berbicara dari apa yang diperdengarkan (diwahyukan) kepadanya. Dia akan menasihati kalian, menerapkan hukum dengan hukum Tuhan, memberi tahu kalian dengan peristiwa-peristiwa kasat mata dan gaib” (Yohannes, 16:25)

Kebenaran Periqlytos atau Ahmad juga dibuktikan dengan penemuan manuskrip Injil kuno terkini di wiayah laut mati. Manuskrip ini dianggap oleh para ilmuwan injil sebagai penemuan yang akan meruntuhkan pemahaman tentang injil yang sudah mentradisi berabad-abad lamanya di kalangan kaum kristiani.

Hal ini diungkapkan oleh pendeta Paul Deviez, kepada keuskupan gereja-gereja di Washington DC. Manuskrip ini akan meruntuhkan dan mengubah pandangan (keyakinan) tentang Injil yang selama ini telah mentradisi secara turun-temurun.

Dalam manuskrip kuno yang baru ditemukan itu disebutkan, “Isa adalah Mesias (juru selamat) kaum masehi. Namun, akan muncul juru selamat lain…”

Mesias jika diterjemahkan dalam bahasa Arab berarti Rasul (utusan). Oleh karena itu, Isa memberi tahu para pengikutnya, “Putra manusia akan pergi dan Periqlytos sesudahnya akan datang kepada kalian. Dia mengajarkan kalian banyak rahasia. Menjelaskan kepada kalian segala sesuatu. Dia bersaksi untukku sebagaimana aku bersaksi untuknya. Aku hanya mengajari kalian dengan amsaal (perumpumaan) dia mengajari kalian dengan takwil (interpretasi)” (Yohannes, 14:16)

Terkait dengan ramalan kenabian Muhammad saw yang tersurat dalam kitab Injil dan taurat, kami suguhkan pula kisah nyata yang terjadi pada pendeta Frank Reno, seorang pendeta dari negeri latin yang mendapat petunjuk islam setelah bertahun-tahun bekerja meneliti Injil berbahasa Italia kuno.

Dia menuturkan, “Selama bertahun-tahun meneliti manuskrip-manuskri Injil klasik (risalah iranius), aku banyak menemukan bahwa babak suci Paulus sering berseberangan dengan babak suci Barnabas. Maka dari itu aku terpanggil untuk menemukan teks Injil Barnabas. Setelah usaha tidak kenal lelah, akhirnya aku berhasil mendapatkan teks Injil Barnabas yang disembunyikan di perpustakaan rahasia keuskupan. Setelah membaca isinya, aku menjadi yakin tanpa keraguan sedikitpun atas kebenaran Muhammad saw. Sejak saat itu, aku mengikrarkan diri memeluk agama Islam”

Semoga bermanfaat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button