artikel

Ramalan Kenabian Muhammad saw dalam Kitab Taurat

Yahudi sebagai penganut kitab Taurat telah meramalkan (nubuat) akan datangnya seorang Nabi bernama Muhammad saw, yang tersurat dalam kitab Taurat sejak mulai diturunkannya sampai dengan kitab Taurat saat ini yang belum dirubah.

Akan tetapi, orang-orang Yahudi berusaha sekuat tenaga untuk melakukan segala cara untuk memadamkan cahaya kebenaran. Keturunan Israel ini berani menghapus dan menghilangkan ayat-ayat taurat yang berisikan tentang nubuat (ramalan kehadiran) kenabian Muhammad saw.

Tatkala mereka mengetahui bahwa Nabi yang akan muncul berasal dari keturunan Ismail as, dan bukan dari keturunan Ishaq as sebagaimana yang mentradisi pada waktu itu. Orang-orang Yahudi menjadi dengki sampai pada titik didihnya oleh karena itu mereka mereduksi berbagai macam cara untuk menyembunyikan identitas nabi yang akan muncul, yaitu Muhammad saw serta risalah islam yang akan disyiarkannya.

Related Articles

Ramalan akan kenabian Muhammad saw disebutkan dalam kitab Taurat pasal sembilan

“Kemudian Sarai menindas Hagar sehingga dia lari meninggalkannya. Malaikat menjumpainya seraya berujar, ‘Hagar, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?’ dia lalu menjelaskan apa yang dialaminya. Kemudian Malaikat berkata kepadanya, ‘Kembalilah biarlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya. Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya. Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismail sebab Tuhan telah mendengar penindasan atas dirimu itu. Anakmu akan menjadi laki-laki yang lakunya seperti keledai liar. Kelak anak itu akan mampu melawan kekuasaan setiap orang dan setiap orang akan di bawah tangan kuasanya dan di tempat kediamannya dia akan menentang semua saudaranya” (Taurat Kitab Kejadian, 16:6-12)

Ramalan Kenabian Muhammad saw dalam Kitab Taurat

kitab taurat

Kisah di atas tentunya sudah kita ketahui sebagai seorang muslim karena riwayat dan juga tertulis dalam Al Quran, hanya saja tetap saja kaum Yahudi selalu enggan mengakuinya. Hal ini disebabkan dengan karena munculnya Rahib-rahib yang tidak terima dengan kehadiran Muhammad yang bukan dari kalangan mereka. Kisah pembohongan terhadap agama Allah dan diri sendiri di mulai sejak kelahiran Ismail danIshaq, di mana para pengikutnya saling berbeda paham dan lebih mementingkan ego.

Ibnu Qayyim menuturkan, realitas sejarah mewartakan bahwa sebelum Nabi Muhammad saw lahir ke dunia, kekuasaan keturunan Nabi Ismail as di bawah kekuasaan keturunan Nabi Ishaq (Sejarah bani israil). Bahkan di tangan klan Ishaq ini, kuasa kenabian dan kitab diturankan.

Keturunan Israel memasuki negeri Mesir bersama Nabi Yaqub pada era pemerintahan Nabi Yusuf as. Selama tinggal di Mesir, keturunan Ismail juga tidak memiliki kekuasaan atas Klan Ishaq sampai akhirnya Nabi Musa as membawa Bani Israel meninggalkan Mekah (Lihat Kisah Fir’aun) kemudian masuk ke masa Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, klan keturunan Ismail tidak memiliki kekuasaan terhadap keturunan Ishaq.

Hingga Allah menurunkan Nabi Isa as kapada Bani Israel, namun mereka mengingkari serta menuduhnya sebagai pembohong. Selain itu, mereka juga berusaha untuk melakukan makar terhadap Nabi isa as sebelum akhirnya Allah meruntuhkan kekuasaan Bani Israil, mereka tunduk di bawah kekuasaan Raja Romawi dan Persia. Pada kurun waktu tersebut keturunan Ismail juga belum memiliki kekuasaan terhadap keturunan Ishaq.

Hingga akhirnya lahirlah Nabi Muhammad saw yang berasal dari keturunan Ismail as. Sejak dinobatkannya Muhammad sebagai Rasul. Kekuasaan, kemuliaaan serta keluhuran melebihi seluruh kekuasaan Persia, Romawi, Turki, Dailam tunduk dalam kekuasaan Islam.

Maka terbuktilah, pernyataan surat taurat yang menyatakan, “Tangan atau kekuasaannya akan melawan setiap orang dan tangan setiap orang akan di bawah kekuasaannya”

Inilah yang melatar belakangi Yahudi menyimpang dari ajarannya, yaitu ketidakrelaan mereka (Bani Israil) menerima kenyataan bahwa orang yang diramalkan sebagai pemimpin segala umat (Muhammad) bukan berasal dari keturunannya, sehingga mereka bersusah payah menyembunyikan akan datangnya Muhammad saw. Perselisihan ini berlangsung sampai dengan detik ini, yaitu dalam upaya perebutan lahan. Semoga Allah memberi petunjuk…

Semoga bermanfaat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button