Agamaislam

Syarat Syarat Diterimanya Ibadah

Agar ibadah yang kita lakukan bisa diterima dan tidak sia sia, ibadah disyaratkan harus benar. Dan ibadah tersebut tidak benar jikalau tidak memenuhi syarat syarat berikut :

SYARAT DITERIMANYA IBADAH

1.Ikhlas semata mata mengharap ridha Allah swt

Related Articles

Ibadah yang dilakukan oleh seorang tidak akan diterima di sisi Allah kecuali jika diniatkan karena-Nya, bukan karena suami, orang tua, atasan kerja, dan sebagainya, sebab yang seperti itu, bisa dikategorikan dalam syirik yang  samar.

Allah swt berfirman,

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus [1595] , dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.”(al-Bayyinah:5)

Rasulullah saw bersabda, yang artinya, “Sesungguhnya amal amal itu hanya tergantung kepada niatnya”

2. Mahabbah dan Taat (Penuh rasa cinta dan tunduk)

Hendaknya seseorang melaksanakan ibadah kerena ketaatan dan kecintaannya kepada Allah, bukan karena rutinitas dan keterpaksaan. Sebab taat dan cinta menyebabkan khusuknya ibadah yang ia lakukan. Allah swt berfirman yang artinya

“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah.” (al-Baqarah: 165)

3. Sesuai dengan sunah Rasulullah saw

Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa perkara ibadah adalah taufiqiyah. Oleh karenanya tidak diperkenankan bagi seseorang melaksanakan ibadah kecuali sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw, Allah swt berfirman yang artinya,

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali Imran:31)

4. Istqamah atau Kontinu

“Hendaklah kamu istiqamah seperti yang diperintahkan” (Hud:112)

5 Iqtishad

Artinya dilakukan berdasarkan fitrah, sesuai dengan kapasitas dan tidak memisahkan antara yang satu dan yang lainnya

Aisya r.a meriwayatkan,

“Ketika Rasulullah saw masuk ke rumahnya di sampingnya ada seorang wanita, Rasul bertanya, Siapakah wanita itu? Aisyah menjawab: Fulana sambil menyebutkan shalat yang dilakukannya. Lalu Rasulullah saw berkata Jangan begitu! Kamu lakukan sesuai kemampuanmu. Demi Allah, Dia tidak akan bosan (memberimu ganjaran pahala) sehingga kamu bosan (melakukan ibadah). Ajaran Islam yang paling dicintai-Nya ialah yang dilakukan dengan konsisten.” (Muttafaqun ‘alaih)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button