Agama

Tata Cara Memandikan Jenazah

Memandikan jenazah adalah fardu kifayah, yakni ketika ada orang lain yang telah melaksanakannya, gugurlah kewajiban bagi yang lainnya.

Memandikan jenazah menjadi suatu hal yang terlihat sepele, tetapi jika tidak dipelajari dengan baik bisa menjadi sesuatu yang terasa sangat sulit. Bahkan, bisa jadi cara memandikan jenazah tersebut tidak sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Adapun tata cara memandikan jenazah dibedakan menjadi dua macam, yaitu jenazah laki laki dan jenazah perempuan. Secara rinci dijelaskan sebagai berikut.

Related Articles

A. Persiapan

Persiapkan alat alat untuk memandikan jenazah, seperti, tempat air, gayung, sarung tangan, pelindung tubuh, masker, sabun, sampo, waslap, handuk, kain, dan kapur barus. Jika ingin lebih praktis, dapat persiapkan air dari kran dengan menggunakan selang atau shower.

Tata Cara Memandikan Jenazah

memandikan jenazah

B. Tata cara memandikan

1) Orang yang memandikan memakai alat alat yang sudah dipersiapkan

2) Jenazah laki-laki dimandikan oleh laki laki serta istrinya. Jenazah perempuan dimandikan oleh perempuan serta istrinya.

3) Meletakkan jenazah di dipan atau mejah, diusahakan kepala lebih tinggi dari kaki

4) Tempat memandikan jenazah harus tertutup baik dengan dinding atau dengan kain agar aurat dan cela jenazah tidak terlihat

5) Menutup aurat jenazah dengan handuk besar atau kain untuk jenazah pria dari pusar sampai lututnya, sedangkan untuk jenazah dari dada sampai lututnya.

6) Bersihkan kotoran jika ada dengan cara menekan perut dan dada, miringkan ke kanan dan ke kiri dengan menggunakan sarung tangan atau  kain perca dan disiram berkali kali

7) Siramlah Mulai dari anggota wudu yang kanan dengan bilangan gasal atau lima kali atau lebih dengan menggunakan air dan daun bidara atau yang lainnya.

8) Bersihkan tubuhnya dengan air dengan posisi dimiringkan ke kanan dan ke kiri serta tutup selalu auratnya atau aib yang ada.

9) Selama memandikan dijaga selalu agar aurat tidak terlihat oleh umum.

10) Kemudian rambut jenazah diberi sampo agar bersih. Jika jenazah wanita setelah bersih, rambutnya disisir dan dipintal (Kepang) menjadi tiga pintal.

11) Siramkan pada kali terakhir dengan menggunakan air kapur barus serta miringkan ke kanan dan ke kiri agar air keluar dari mulutnya dan lubang yang lain.

12) Setelah selesai dimandikan dengan baik dan bersih, keringkan badannya dengan handuk. Kemudian kain penutup jenazah yang sudah basah, diganti dengan kain penutup yang kering.

13) Proses memandikan jenazah sudah selesai. Setelah itu, jenazah siap untuk dikafani.

Catatan:

Apabila jenazah berusia tujuh tahun ke bawah, tidak ada batasan auratnya, baik laki laki maupun perempuan.

Janin yang berusia di bawah empat bulan, tidak perlu dimandikan, dikafan dan disalatkan. Cukup digali lubang dan dikebumikan. Adapun janin yang berusia di atas empat bulan sudah dianggap manusia karena telah ditiupkan roh kepadanya. Jenazahnya dimandikan, seperi memandikan jenazah anak berusia tujuh tahun.

Jika jenazah mengenakan gigi palsu terbuat dari emas, hendaknya dibiarkan saja, tidak perlu ditanggalkan. Dan, boleh ditanggalkan jika gigi palsu itu tidak kukuh melekat. Hal tersebut boleh dilakukan jika mulut jenazah terbuka. Jika tidak, dibiarkan saja tidak perlu susah payah membukanya hanya untuk menanggalkan gigi palsu tersebut.

Semoga bermanfaat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button