shalat

Tata Cara Shalat Seorang Musafir

shalat musafir

Seorang musafir boleh mengqashar shalat yang berjumlah empat rakaat dengan lima syarat, yaitu:

1. Safarnya bukan untuk maksiat.

2. Jarak safar sejauh 16 farsakh

3. Shalat yang diqashar khusus untuk shalat yang berjumlah empat rakaat.

4. Berniat mengqashar bersamaan dengan takbiratul ihram.

5. Tidak bermakmum kepada orang yang bermukim (tidak melakukan safar)

Penjelasan:

1. Dasar bolehnya seorang mengqashar shalat yang jumlanya empat rakaat adalah firman Allah SWT,

“Apabila kamu berpergian di muka bumi, maka tidak mengapa kamu mengqashar shalat(mu)” (An-Nisa [4]: 101)

Muslim (686) meriwayatkan dari Ya’la bin Umayyah, dia berkata,

“Saya bertanya kepada Umar bin Khathab mengenai firman Allah SWT,

‘Maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalat(mu), jika kamu diserang oleh orang orang kafir.’Bukankah orang orang telah aman?” Umar menjawab,

“Saya juga heran dengan apa yang kamu herankan itu. Lalu saya juga bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hal ini. Beliau menjawab, ‘Ini adalah sedekah yang Allah sedekahkan kepada kalian, maka terimalah sedekahnya.'”

Hadits ini menunjukkan bahwa mengqashar shalat bukan hanya khusus ketika ada rasa takut.

Bukhari (1039) dan Muslim (690) meriwayatkan dari Annas dia berkata,

“Saya shalat Zhuhur bersama Rasulullah SAW di Madinah dan shalat Ashar dua rakaat di Dzul Hulaifah”

2. Bukhari meriwayatkan disertai komentar, Ibnu Umar dan Ibnu ‘Abbas mengqasar dan berbuka dengan jarak 4 bard, yaitu 16 farsakh. Jarak ini kira kira sama dengan 81 km. Kedua sahabat ini melaksanakannya berdasarkan ilmu Nabi SAW.

3. Mengqasar shalat yang berjumlah empat rakaat dilakukan ketika dalam safar. Jika waktu safar seseorang mengqadha’ shalat yang tertinggal ketika mukim, maka dia tidak boleh mengqasarnya. Begitu juga dengan mengqadha’ shalat yang tertinggal ketika safar di waktu mukim

4. Dasar tidak bolehnya seorang musafir mengqadha shalat kepada orang yang mukim (tidak melakukan safar) adalah khabar Ahmad bin Hanbal dari Ibnu ‘Abbas yang ditanya,

“Mengapa seorang musafir melaksanakan shalat dua rakaat jika sendirian dan empat rakaat jika bermakmum dengan orang yang mukim?” Ibnu Abbas menjawab, “Itulah sunnah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button