kisahkisah rasulullahRasulullah saw

Teguran Allah pada Nabi SAW terkait Tawanan

Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana; kalau Sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil.(Q.S Al-Anfal (8):67-68)

Teguran allah S.W.T  ini turun ketika Nabi meminta pendapat orang-orang mengenai tawanan perang kaum musyrikin dalam Perang Badar. Umar bin Khattab mengusulkan eksekusi mati bagi mereka, usul ini tidak dianggapi Nabi dan langsung ditepisnya. Kemudian Abu Bakar mengusulkan untuk mengampuni mereka dengan kompensasi mereka harus memberikan tebusan. Nabi merasa setuju dengan usulan ini dan menyetujuinya. Serta-merta turunlah firman Allah di atas.

Kejadian lengkap mengenai hal ini bisa kita baca dari hadist Ibnu Abbas r.a , ia bercerita :


 “ketika (kaum muslimin) menawan beberapa tawanan, Rasulullah S.A.W berkata, meminta pendapat Abu Bakar dan Umar, “apa usul kalian mengenai tawanan ini?” Abu Bakar menjawab , “wahai Nabi Allah, mereka masih anak-anak paman dan keluarga besar, Menurut saya, kita ambil tebusan dari mereka, sehingga uang tebusan itu bisa menjadi kekuatan (dana) kita dalam melawan orang-orang kafir. barangkali saja Allah memberi mereka hidayah untuk masuk Islam.”

 Rasulullah kemudian beralih kepada Umar, “Bagaimana pendapatmu, hai Ibnu Khaththab?”


 Ia menjawab, ” demi alah, jangan, Wahai Rasulullah. saya tidak sependapat dengan Abu Bakar. Akan tetapi, menurut saya, anda sebaiknya memberikan kuasa kepada kami menebas batang leher mereka. Anda berikan kuasa saja pada Ali untuk menebas leher Aqil (bin Abu Thalib, saudara Ali) dan berikan kuasa kepada saya untuk menebas leher Fulan, maka saya akan tebas lehernya. sebab mereka-mereka ini adalah para elit pemimpin kekufuran dan dedengkot-dedengkotnya.”

Rupanya waktu itu Rasulullah S.A.W lebih tertarik dengan apa yang diusulkan Abu bakar dan tidak tertarik dengan apa yang diusulkan Umar. Esok harinya , Umar datang ke tempat Rasulullah S.A.W  dan mendapati beliau dan Abu Bakar sedang duduk menangis, Umar pun berkata, ” Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku apa gerangan yang membuat anda dan sahabat anda menangis? jika memang aku temukan alasan untuk menangis, maka aku akan berusaha semampu mungin untuk menangis demi tangisan Anda berdua.”

 Rasulullah menjawab, ” aku menangis kaarena usulan yang diajukan oleh teman-temanmu untuk mengambil tebusan dari mereka (para tawanan). telah diperlihatkan kepadaku siksaan mereka di bawah pohon ini -pohon di dekat Nabi S.A.W Allah telah menurunkan (firman: )

“Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana ; kalau Sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil; Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S al-anfal (67-69) (Allah tidak memperkenankan mengambil tebusan dari tawanan, namun) Allah menghalalkan rampasan perang bagi mereka.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button